Profil Desa
Mengenal lebih dekat perjalanan sejarah, arah langkah (visi-misi), dan struktur organisasi penggerak pemerintahan desa.
Sejarah Desa Desa Kalisalak
Desa Kalisalak adalah sebuah desa kecil yang sangat melegenda, yang sudah ada sebelum terbentuknya kadipaten Batang dan Pekalongan, kurang lebih sebelum tahun 1614. Dan sangat mashur di kalangan para leluhur, bahwa sejarah Desa Kalisalak
tidak lepas dari sejarah terbentuknya kadipaten Batang dengan adanya legenda DEWI RANTANSARI dan RADEN BAHUREKSO. Desa Kalisalak merupakan salah satu Desa yang masuk wilayah Kecamatan Batang Kabupaten Batang dan merupakan
Tonggak sejarah Kabupaten Batang. Konon diceritakan, pada jaman dahulu kala di Desa Kalisalak hiduplah gadis cantik jelita yang bernama Dewi Rantansari, karena kabar kecantikannya tersebut maka Sultan Mataram yang bernama SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO
jatuh cinta kepada Dewi Rantansari dan berniat untuk menjadikan istri. Ia menyuruh BAHUREKSO yang biasa dikenal bernama JOKO BAHU anak dari KI Ageng Cempaluk dari Kesesi, untuk melamar Dewi Rantansari.
Sesampainya di kediaman Dewi Rantansari, Bhahurekso terpesona dan jatuh cinta kepada Dewi Rantansari begitu pula sebaliknya Dewi Rantansari jatuh cinta kepada Bhahurekso. Akhirnya Bhahurekso melamar untuk dirinya sendiri tanpa
sepengetahuan Sultan Mataram yang mengutusnya. Dalam perjalanan pulang menuju mataram dia terus berfikir bagaimana caranya berbicara dengan Sultan Mataram atas peristiwa tersebut. Tidak lama dalam perjalanan tersebut Bhahureso
bertemu dengan gadis cantik lainnya yang juga wajahnya mirip dan secantik Dewi Rantansari di desa Kalibeluk anak seorang penjual serabi yang bernama ENDANG WURANTI, segera setelah muncul sebuah rencana di benak Bhahurekso,
ia berencana membawa Endang Wuranti ke Mataram sebagai Dewi Rantansari. Akhirnya diputuskan Bhahureso meminta Endang Wuranti menyamar menjadi Dewi Rantansari dan Endang Wuranti menyetujui rencana tersebut. Sampai di kraton Mataram Endang
Wuranti di pertemukan dengan Sultan Agung, tidak lama Endang Wuranti jatuh pingsan, Sultan Agung menjadi curiga atas kejadian tersebut, setelah siuman dari pingsannya Sultan Agung bertanya kepada Dewi Rantansari gadungan, Endang Wuranti menjadi sangat
ketakutan dan akhirnya berterus terang mengatakan yang sesungguhnya bahwa dirinya bukan Dewi Rantansari Yang dimaksud Sultan Agung, tetapi Endang Wuranti anak seorang penjual serabi dari Kalibeluk, dia mengakui segala rencana yang
disusun Bhahureso untuk mengelabui Sultan Agung karena Bhahurekso terlanjur jatuh cinta dan menikahi Dewi Rantansari gadis cantik yang hendak di persunting Sultan Agung. Karena keterusterangannya Endang Wuranti ini,
Sultan Agung sangat menghargai kejujuran Endang Wuranti dengan menghadiahkan sejumlah uang yang cukup banyak untuk modal meneruskan berjualan serabi dan diantarkan pulang ke Kalibeluk, Endang Wuranti mohon pamit pulang dan mohon
dimaafkan atas kejadian tersebut. Sebagai hukuman atas Kejadian kebohongan tersebut sultan Agung menghukum Bhahurekso dengan tugas berat berupa membuka hutan lebat yang sangat angker dan berbahaya karena banyak dihuni jin dan setan
dengan menebang pohon – pohon besar dan berperang melawan jin penghuni alas Roban juga membuat bendungan di Kedung Segowok yang di huni oleh raja jin yang bernama Kolodrubikso. Singkat cerita Bhahurekso berhasil membuka lahan dan
mengalahkan jin penghuni alas Roban dan berhasil membuat Bendungan Kedung Segowok, Akibat dari penebangan pohon – pohon hutan yang sangat besar tersebut Bahurekso Ngembat Watang ( istilah jawa ). Untuk membuat bendungan
kedung segowok dengan cara mengambil batang kayu besar yang sudah ditebang, disisi lain banyak juga batang ( istilah jawa ) akibat perkelahian bahu rekso melawan siluman atau jin penghuni kedung segowok tersebut.
Dari banyaknya bangkai – bangkai siluman berupa batang – batang ( istilah jawa ) yang terapung di sepanjang kedung segowok tersebut, sejak itulah tempat tersebut dinamakan BATANG, yang sekarang dikenal dengan Kabupaten
BATANG. Dari uraian cerita di atas Desa Kalisalak merupakan Desa Tua yang ada di kota Batang, dan sudah ada pada Masa Kerajaan Mataram Yang saat itu dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Linimasa
GARIS WAKTU
Abad ke-17
Pembukaan lahan pertama (Babad Alas) oleh prajurit Mataram Islam.
Tahun 1918
Pencatatan administrasi desa pertama kali di era kolonial Hindia Belanda.
Era Kemerdekaan
Konsolidasi lahan pertanian dan pembangunan irigasi primer desa secara gotong royong.
Sekarang (Digitalisasi)
Inovasi pelayanan desa terintegrasi online dan transparansi keuangan berbasis digital.
Abad ke-17 tes
Pembukaan lahan pertama (Babad Alas) oleh prajurit Mataram Islam.
Tahun 1918
Pencatatan administrasi desa pertama kali di era kolonial Hindia Belanda.
Era Kemerdekaan
Konsolidasi lahan pertanian dan pembangunan irigasi primer desa secara gotong royong.
Sekarang (Digitalisasi)
Inovasi pelayanan desa terintegrasi online dan transparansi keuangan berbasis digital.
Abad ke-17 tes
Pembukaan lahan pertama (Babad Alas) oleh prajurit Mataram Islam.
Tahun 1918
Pencatatan administrasi desa pertama kali di era kolonial Hindia Belanda.
Era Kemerdekaan
Konsolidasi lahan pertanian dan pembangunan irigasi primer desa secara gotong royong.
Sekarang (Digitalisasi)
Inovasi pelayanan desa terintegrasi online dan transparansi keuangan berbasis digital.
Letak & Luas Wilayah
Lokasi & Luas
Desa Kalisalak merupakan salah satu dari 12 Desa di wilayah Kecamatan Batang yang terletak 1,9 km ke arah selatan dari kota Kecamatan. Desa Kalisalak memiliki luas ± 144.995 hektar.
Batas Administrasi
Secara administrasi, Desa Kalisalak berbatasan dengan:
- Utara : Kel. Kauman & Kel. Watesalit
- Timur : Kel. Kauman & Desa Pasekaran
- Barat : Desa Lebo Kec. Warungasem
- Selatan : Desa Rowobelang
Visi
"Mewujudkan Desa Kalisalak yang mandiri, sejahtera, dan berbudaya dengan mengedepankan gotong royong serta pelayanan publik yang prima."
Misi
- ✓ Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan pelatihan ketrampilan berkelanjutan bagi pemuda dan masyarakat.
- ✓ Membangun dan memelihara infrastruktur desa yang memadai untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, pertanian, dan akses kesehatan.
- ✓ Memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui dukungan penuh terhadap BUMDes dan pengembangan UMKM lokal yang inovatif.
- ✓ Meningkatkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi warga.
Pemerintahan Desa
Struktur Pemerintahan
Detail Profil
Sucipto Sapto Atmojo
-
Tugas Pokok & Fungsi (Tupoksi)
Tupoksi belum ditambahkan